Sanubari Teduh

Sanubari Teduh-343-Empat Jenis Pengamatan Bagian 9

Saudara se-Dharma sekalian,hakikat sejati adalah bajik dan cemerlang,asalkan kita setiap hari dapat sungguh-sungguh berintrospeksidan menjaga pikiran sendiri dengan baik. Kita hendaknya menjalani hidupdengan bersahaja, terlepas dari nafsu,agar berbagai pandangan salahtidak lagi merasuk. Mengapa cahaya kesadaran kitakehilangan kecemerlangannya?Setiap orang memiliki hakikat ini. Hakikat ini tidak akan pernah hilang. Hakikat sejati selalu ada dalam setiap kelahiran. Karena itu, orang Tionghoa selalu berkata,”Hakikat manusia pada dasarnya adalah bajik. “Dari ungkapan ini,kita dapat memahami bahwapada mulanya setiap orangmemiliki sifat hakiki yang bajik. Bajik berarti tidak tercemar. Tidak tercemar berarti cemerlang. Jadi, hakikat kesadaran yang cemerlang inisudah ada sejak kita lahir. Kita sudah membahas bahwayang terpenting dalam pelatihan diriadalah menjalani hidup dengan bersahaja,tanpa terpengaruh kondisi dan nafsu. Ini adalah penggalan yang sangat pentingdi dalam Sutra Makna Tanpa Batas. Jika kita dapat hidup dengan bersahaja,maka hati kita akan sangat tenangdan tidak bergejolak. Jika batin tidak bergejolak,maka di dalam kehidupan sehari-hari,kita dapat menyelamidan memahami hukum alam. Lihatlah segala sesuatu di dunia,semua berubah sesuai hukum alam. Segala sesuatu memang tidak kekal.

Untuk apa kita membangkitkan nafsu keinginan,lalu bertikai, berebut, dan berperang demi objek luar?Tidak perlu. Jika kita memahami kondisi “bebas dari kondisi”,maka nafsu tak akan bangkit di dalam batin kita. Jika batin kita dapat bertahan dalam kondisi yangbersajaha, bebas dari kondisi dan nafsu,maka kita tak akan diliputi pemikiran salah. Pemikiran salah ini pun tak mungkintimbul di dalam pikiran kita. Jadi, kita tak akan lagi terjerumus. Inilah mengapa kita harus sungguh-sungguh menjagahakikat kesadaran kita yang bajik dan cemerlang. Hanya jika kita hidup dengan bersahaja,barulah kita tak akan terjerumus dalam pemikiran keliru. Jika manusia memiliki pemikiran keliru,maka akan sangat menderita. Sebelumnya kita membahas pengamatan terhadap tubuh diri sendiri. Meski kita memiliki hakikat kesadaran,tetapi kerap tertutup oleh noda batin. Tubuh kita iniadalah perpaduan semu empat unsur. Tubuh dari perpaduan empat unsur inimengandung hakikat yang cemerlang. Kita memilikicahaya hakikat sejati di dalam batin kita,sedangkan tubuh kita ini bergantungpada kekuatan karma dari kehidupan ke kehidupan,mulai dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Sejak kehidupan lampau yang tak terhitung banyaknya,tubuh ini juga merupakan perpaduan empat unsur. Lewat adanya sebab dan kondisi dari orang tua,kita terlahir di dunia. Saat terlahir di alam manusia,kita akan memiliki nyawa dan wujud. Kehidupan ini mengikuti hukum alam seiring usia.

Semua ini merupakan siklus. Semua berkaitan dengan kondisi dalam dan luar. Kondisi luar berkaitandengan siklus waktu sesuai hukum alamserta perubahan yang terjadidi dalam tubuh kita. Namun, hakikat sejati yang murni dalam batintidak akan bertambah ataupun berkurang. Hakikat ini pada dasarnya sudah adasejak ribuan, bahkan jutaan kelahiran yang lalu. Hakikat kesadaran ini tak bertambah ataupun berkurang. Ia terus ada seiring kekuatan karmamembawa kita dari kehidupan ke kehidupan. Jadi, meski tubuh ini hanya perpaduan empat unsurdan terus berubah seiring waktu,tetapi hakikat sejati kita tidaklah berubah. Kesadaran ini tidaklah berubah,hanya tercemar oleh kegelapan batin. Setelah tercemar,kita tak dapat memancarkan kecemerlangan. Akibatnya, kita diliputi ketidaktahuan. Mengenai kegelapan batin ini,kita sudah tahu karena telah mempelajari ajaran Buddha. Kita juga sudah tahu tentang sebab dan kondisiserta buah dan akibat yang sudah kita bahas. Kini kita tengah membahas tentang tubuh. Kita membahas pengamatan terhadap tubuh sendiri. Tubuh ini berkaitan eratdengan karma yang kita tanam di kehidupan lampau.

Coba renungkan baik-baik. Bagaimana kita bisa memiliki tubuh ini?Benar, karena adanya perpaduan empat unsur. Kita harus percaya bahwa hakikat sejati murni ini masih ada. Namun, bagaimana kita mengembalikannya dan melenyapkan kegelapan batin?Inilah yang setiap hari kita dengarkan. Setiap hari kita berusaha memahami ini. Setiap saat kita bertekad untuk melenyapkan kegelapan batin. Namun, kita tetap bagaikan hamsteryang terus berputar dalam roda. Bagaimana pun hamster berusaha berlari,ia tetap tak dapat bebas dari roda tersebut. Kita pun demikian, masih tetap makhluk awam. Tanpa kekuatan mengakhiri sebab, hakikat sejati tak akan memancar. Hukum sebab akibatbelum sepenuhnya kita pahami. Kita memang sudah mendengardan mengaku sudah tahu. Kita merasa sudah tahu tentang sebab dan akibat,sudah tahu tentang jalinan jodoh,dan sudah tahu tentang akibat,tetapi kita tidak sepenuhnya paham. Jadi, kekuatan kita untuk melenyapkan kegelapan batinbelum dapat terpancar. belum dapat terpancar.

Ini karena kita tak memiliki kekuatan untuk mengakhiri sebab atau karma. Kita harus sepenuhnya paham kalimat ini. Meski hanya berupa kalimat singkat,tetapi ia sangat bersesuaian dengan kalimat dan Dharma yang dibahas sebelumnya. Jika kita dapat memahami hukum sebab akibat,maka kita akan dapat memantapkan hatisehingga kekuatan akan terkerahkan. Namun, batin awam kitamudah untuk bertekad,tetapi sulit untuk mempertahankan tekad. Mudah untuk mengerti saat mendengar,tetapi sulit untuk memahami sepenuhnya. Jadi, kita harus berulang kali mempelajarinya. Meski kita sudah tahudan sudah paham,tetapi kekuatan kita belum benar-benar terpancar. Kekuatan kita untuk memahami sebab dan kondisibelum menyeluruh. Jadi, kini kitabertekad untuk membangkitkan pikiran yang ungguluntuk menghancurkan kegelapan batin dan membalikkan rintangan berat. Setiap hari kita mengatakan hal yang sama. Kita harus membangkitkan pikiran yang unggul. Pikiran unggul adalah kekuatanyang benar-benar besaruntuk mencapai kemenangan.

Lihatlah,saat kita ingin berperang dengan musuh,saat kita ingin berperang dengan musuh,jika tidak punya cukup kekuatan,kita pasti kalah. Kita sering mengatakan bahwakebijaksanaan dan kegelapan batin juga sedang berperang. Jika kegelapan batin menang atas kebijaksanaan,maka batin kita dengan sendirinyaakan tertutupi oleh kegelapan batin itu. Jadi, demikian pula,kebijaksanaan harus menang melawan kegelapan batin. Jadi, di dalam Sutra 42 Bagian juga dikatakan bahwamelatih diri harus bagaikan memakai baju peranguntuk berperang melawan kegelapan batin. Jadi, dalam melatih diri, ke luar kita harusmempraktikkan cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin. Terhadap semua manusia dan makhluk hidup,kita harus mengembangkan cinta kasih,tetapi di dalam batin kita juga harus membangun kekuatandengan ketulusan, kebenaran, keyakinan, kesungguhan. Ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan iniadalah sebuah kekuatan.

Kita harus berusaha melenyapkan kepalsuan dalam batindengan ketulusan dan kebenaran. Jika kita dapat melenyapkan kepalsuan,barulah ketulusan dan kebenaran bisa bangkit. Kita harus melenyapkan kegelapan batinagar keyakinan dapat berkembang. Jadi, di dalam batinharus ada kekuatan ituuntuk dapat menaklukkan kegelapan batin. Jadi, saya sering mengatakan bahwadi luar lembut, tetapi di dalam harus kuat. Di dalam, kita harus kokoh. Kokoh di mana?Kuat di mana?Ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan. Inilah yang harus kita bangun di dalam batin. Dengan begitu, kita pasti tak akan tertutupi oleh kegelapan batin dan kepalsuan. Jika keyakinan, kesungguhan, ketulusan, dan kebenaran kita tertutup oleh kegelapan batindan kepalsuan,maka praktik cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin akan menyimpang. Jadi, di dalam batin harus ada kekuatan. Untuk itu, kita harus membangkitkan pikiran unggul. Ikrar iniharuslah teguh. Jangan biarkan kegelapan batin menutupi batin kita. Kita haruslahmembangun kekuatan kebijaksanaan. Ini yang disebut membangkitkan pikiran unggul.

Pikiran unggul ini tak terkalahkan. Berhubung sudah memutuskan untuk melatih diridan masuk ke ladang pelatihan,maka pelatihan diri kita harus berhasildan tidak boleh gagal. Untuk itu, pikiran harus dijaga dengan baik,barulah kita bisa menghancurkan kegelapan batin. Kegelapan batin adalah kekeliruan. Hari ini kita mendengar Dharma dan merasa paham,tetapi pikiran keliru dengan cepat bangkit lagi. Setiap hari kita bagai berada dalam roda hamster,tidak bisa membebaskan diri. Inilah yang disebut kekuatan benih atau sebab. Artinya, kita harus mengembangkan keluhuran,yaitu sifat luhur kita yang hakiki. Sifat luhur kita yang hakiki ini,Sifat luhur kita yang hakiki ini,jika tidak sungguh-sungguh kita jaga,jika tidak dikembangkan dengan kekuatan kebijaksanaanlewat pelatihan diri,maka selamanya kita akan terus tenggelamdi tengah lautan kegelapan batin. Sebelumnya kita pernah membahas bahwajika tenggelam di lautan kegelapan batin,kita tak akan bebas dari kelahiran kembali. Jadi, kita harus sungguh-sungguh membangkitkanpikiran bajik pemicu yang unggul. Pemicu ini ada banyak cara.

Semua ini bisa membantu kita,seperti 37 Faktor Pendukung Pencapaian Pencerahan,Enam Paramita,atau Empat Pikiran Tanpa Batas. Mengenai Enam Paramita, kita semua sudah tahu. Mengenai Enam Paramita, kita semua sudah tahu. Empat Pikiran Tanpa Batas adalah cinta kasih, welas asih, sukacita, keseimbangan batin. Ditambah 37 Faktor Pencerahan,semua ini adalah pendukung kitauntuk menumbuhkan kekuatan unggul. Jadi, kita harus membangkitkan pikiran bajik yang unggul. Semua ini tak lepas dari yang tadi kita bahas,yaitu pendukung kita untuk bertumbuh. Enam Paramita dan Empat Pikiran Tanpa Batasdapat mengembangkan pikiran seperti ini. Jika masih belum cukup,masih ada 37 Faktor Pencerahan. Jadi, kita harus kembali bertobat. Setiap hari saya selalu berkata bahwakita harus bertobat. Dalam menghadapi orang dan masalah setiap hari,kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan. Jika melontarkan satu kalimat ucapan salah saja,kita harus segera meluruskan berulang kali. Jangan biarkan orang lain menjadi salah paham.

Ini juga termasuk bertobat. Jadi, dalam berbicara,harus sesuai dengan pendengar, waktu, dan tempat. Suatu kalimat yang memuat tiga hal,jika salah satunya kita ucapkan dengan tidak tepat,maka kalimat yang tadinya baik bisa menjadi salah. Ini bisa membuat orang lain keliru. Batin kita harus senantiasa jernih. Jangan biarkan sepatah ucapan kitamembuat orang lain salah paham. Ini disebut pikiran keliru. Jadi, kita harus menjaga diri sendiri,juga harus menjaga orang lain. Kita harus selalu membangkitkan rasa bertobatuntuk dapat menghancurkan kegelapan batin. Kegelapan batin sendiri harus sering dikikis. Kesalahpahaman orang lainjuga harus terus kita luruskan. Dengan begitu, barulah tidak ada kekeliruan. Ini adalah hal yang sangat pentingdi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian,barulah kita bisamenutus sebab penderitaan palsu kelahiran kembali. Sebab penderitaan kelahiran kembaliharuslah diputus. Di dalam Empat Kebenaran Mulia,Di dalam Empat Kebenaran Mulia,bukankah hal ini telah dijelaskan?Empat Kebenaran Mulia dibabarkan sebanyak tiga kali.

“Inilah penderitaan, engkau harus mengetahuinya. “Semua ini kalian semua seharusnya masih ingat. Jadi, untuk memutus kelahiran kembali,kita harus memahami Empat Kebenaran Mulia. Untuk melenyapkan penderitaan dan sebab penderitaan,kita harus melatih diri di dalam sang jalan. Untuk memutus penderitaan, kita harus mempraktikkan jalan. Sebelum mempraktikkan jalan ini, kita harus tahucara melenyapkan kegelapan dan noda batin. Dari mana kegelapan dan noda batin berasaljuga harus kita ketahui. Kita tahu bahwa semua itu merupakan akmulasiyang dipicu oleh berbagai masalahdan kondisi luar yang kita hadapi. Saat dalam batin kita timbul ketamakan,kita akan melakukan perbuatanyang mendatangkan akibat berupa banyak penderitaan. Akibatnya, kita terombang-ambing tanpa hentidi enam alam kelahiran kembali. Ini karena kita belum memutus siklus tersebut. Mengapa kita belum memutusnya?Karena kita tidak mengetahui sebab penderitaan itu. Sebab dari penderitaan ini terus terakumulasi dari kehidupan ke kehidupan. Kelahiran kembali ini disebut palsu.

Manakah yang merupakan kehidupan sesungguhnya?Setelah meninggal, apakah semuanya selesai begitu saja?Sesungguhnya, kelahiran terus berlanjut. Kelahiran dan kematian inisudah ditentukan. Ada orang berkata, “Orang itu begitu baik,mengapa malah pendek umur?””Orang itu banyak berbuat baik,mengapa harus menghadapi banyak kesulitan?”Semua ini sudah ditentukan sesuai hukumnya. Itu adalah buah perbuatan sendiri di masa lalu. Ini bagaikan menanam benih. Saat kita sudah menanam benih kacang di tanah,Saat kita sudah menanam benih kacang di tanah,lalu kita berpikir,”Salah, saya tidak mau kacang,saya mau padi,”kacang tersebut sudah terlanjur bertunas. Tunas kacang ini sudah tumbuh. Buahnya tetaplah kacang. Saat kita menanam suatu benih,maka tidaklah mungkin untuk mengharapkanbuah yang berbeda dari benihnya. Kita hanya bisa menerima buahnya dengan sukacita. Kita harus meningkatkan kewaspadaan. Tetap saja, saat benih di dalam batin sudah berbuah,Tetap saja, saat benih di dalam batin sudah berbuah,kita harus menerimanya dengan sukacita. Kita harus tahu apa yang hendak kita tanamdan apa buah yang ingin kita dapat. Kini kita harus sungguh-sungguh menggarap lahan batin kitadan sungguh-sungguh menanam benih yang diinginkan. Inilah yang disebut sebab. Jadi, benih apa yang ditanam,pasti menumbuhkan buah yang serupa. Sebagai makhluk awam,kita tak bisa memilihdi mana kita akan dilahirkan. Ini karena kita telah menanam benihdengan penuh ketidaktahuan.

Di tengah ketidaktahuan itu,kita terus menerima buah akibat sesuai kondisi. Saat kondisi atau jodoh itu berlalu,apa pun sulit dipertahankan. Jadi, panjang pendeknya usia seseorangbergantung pada benih karma yang ditanambergantung pada benih karma yang ditanampada kehidupan lampau. Saat karma baiknya habis,seseorang mungkin harus berpindah alam. Saat karma buruknya belum berakhir,dia juga tidak akan mati dan berpindah alam. Intinya,panjang pendeknya usiatidak dapat kita tentukan sendiri. Kehidupan penuh dengan berbagai emosi dan perasaan. Saat ditinggal pergi oleh orang-orang terkasih,kita akan merasa sangat menderita. Orang-orang itu datang membalas budi di kehidupan inisehingga membuat kita sangat bahagiadan tidak rela kehilangan mereka,apalagi dengan tiba-tiba. Tentu, penyakit dan kematian amatlah menyiksa. Namun, jika kita memahami kebenaran,maka saat semua sehat, kita bisa saling menghargaidan saling bersyukur. Saat ada yang sakit, kita berusaha merawatnya. Saat waktunya sudah tiba,kita harus mendoakannya. Dengan begitu, penderitaan kita tak akan begitu besar. Jadi, kita harus tahubagaimana kita harus menghadapi masalahdan orang dalam kehidupan ini. Ini sangatlah penting. Jadi, kita harusmemutus sebab penderitaan palsu kelahiran kembali. Inilah cara kita dalam melatih diri. Jika tidak, batin kita selamanya akan berada dalam kegelapandan tidak bisa memancarkan kecemerlangan. Jika demikian, kita akan sangat menderita. Jadi, kita harus selalu bersungguh hati.

Leave A Comment