Sanubari Teduh-342-Empat Jenis Pengamatan Bagian 8
Saudara se-Dharma sekalian,saat kita bangun dari tidurdan mendapati bahwa tangan dan kaki kitamasih dapat bergerak, kita harus bersyukur. Saat kita beranjak dudukdan mengatur napas,saat napas masih lancar, kita juga harus bersyukur. Saat bernapas, kita menenangkan tubuh dan batin. Pada saat ini,kita mengamati tubuh dan batin kita. Segalanya tak luput dari ketidakkekalan dan perubahan. Bolehkah kita tidak menggenggam saat ini?Inilah yang harus ada dalam pikiran kitapada setiap awal kehidupan kita di pagi hari. Jika kita dapat senantiasa bersyukur,kita harus senantiasa menjaga pikiran ini. Dengan pikiran ini, kita harus tekun dan bersemangat. Memanfaatkan waktu saat ini adalah halyang tak boleh kita lupakan dalam kehidupan dan pelatihan diri kita. Jadi, kita harus selalu bersungguh hati. Sebelumnya kita sudah membahas hukum sebab akibat. Kita harus memiliki pandangan sebab akibat. Tanpa ada sebab, tak akan ada buah;tanpa adanya kondisi, tak akan ada akibat. Jadi, hukum sebab akibatmembuat kita tak dapat luput darinya. Sebelumnya kita pernah membahas tentang berkah. Sebanyak apa pun kita menghimpun berkah,Sebanyak apa pun kita menghimpun berkah,ada saatnya berkah itu habis. Jadi, kita ada di antara kebajikan dan kejahatan. Berkah dari kebajikan juga bisa habis dinikmati. Berkah juga didapat dari perbuatan. Inilah yang disebut menciptakan karma.
Karma berarti perbuatan. Karena di masa lalu sudah banyak berbuat baik,maka kini seseorang berumur panjang dan terlahir sebagai dewa. Namun, meski dia memiliki berkah untuk menguasai dunia,tetapi berkah itu suatu saat tetap akan habis. Saat berkah habis, dia bisa terlahir di alam rendah. Bukankah kita telah membahas kisahulat yang ada pada leher kerbau?Ulat tersebutsebelumnya adalah seorang dewa. Namun, setelah berkahnya habis,dewa itu terlahir di alam rendah. Ini adalah pengingat bagi kitaagar tidak mengabaikan hukum sebab akibat. Jadi, saat ini kita harussungguh-sungguh mengamati. Pengamatan ketiga adalah pengamatan terhadap tubuh sendiri. Meski kita memiliki kesadaran,tetapi kesadaran ini kerap tertutup noda batin. Jadi, kita harus selalu mengamati bahwatubuh kita tidaklah bersih. Setiap bangun pagi kita masih bisa bergerakdengan bebas dan bernapas dengan lancar,lalu apa aktivitas berikutnyayang akan kita lakukan?Kita akan masuk ke kamar mandiuntuk membersihkan badan,bahkan membuang kotoran dari dalam tubuh. Coba kita pikirkan sejenak. Saat lancar dalam membuang air besar dan kecil,barulah badan kita sehat. Namun, saat kita berada dalam kondisi sehat pun,bukankah kita telah membuktikan bahwadi dalam tubuh kita terdapat zat yang kotor?Jadi, kita harus mengamati bahwa tubuh ini tidaklah bersih. Saat empat unsur dalam tubuh tidak selaras,maka manusia akan sakit dan tak leluasa,bahkan sulit untuk membersihkan diri sendiri.
Setiap hari kita mengikuti pertemuan pagi relawan. Kita mendengar banyak kisah relawan yang bertemu dengan banyak pasien,baik yang dilarikan ke unit gawat daruratmaupun menjalani perawatan di kamar pasien. Kita dapat mendengar banyak kisah. Kita mendengar relawan dari Taichung berceritatentang seorang pasien di unit gawat darurat. Penyakitnya kelihatannya sudah lamadan sangat parah. Entah mengapa dia mendiamkan penyakitnyahingga begitu lamadan begitu parah. Bahkan, keluarganya tak mau mengurusnya. Dia dilarikan ke unit gawat darurat. Berdasarkan penyelidikan lebih lanjut,ternyata dia sering minum alkohol dan menggunakan narkoba. Seluruh tubuhnya penuh dengan penyakit. Dia juga sudah ditinggalkan sanak keluarganya. Akhirnya penyakitnya semakin parahdan dia harus dilarikan ke unit gawat darurat. Saat dokter sedang berusaha menolongnya,dia membuang air kecil dan besar. Kita juga sudah mendengar bahwaaroma tak sedap memenuhi seluruh unit gawat darurat. Para pasien juga merasa tidak tahan. Para keluarga pasien juga menghindar. Kondisi tak terkendali itumembuat orang-orang merasa canggungdan tak tahu harus berbuat apa. Tentu, para relawan dan perawatsegera bekerja samauntuk memapah pasien menuju kamar mandi. Pada saat itu, kotoran beraroma tak sedapbukan saja mengotori tempat tidur,tetapi juga lantai.
Banyak orang segera membantu untuk membersihkannya. Ruangan itu harus melalui proses sterilisasidan disemprotkan wewangian. Kotoran dari tubuh satu orangyang sakit dan dirawat di ruang UGD sajabisa menghebohkan seisi ruangan. Bukan hanya orang sakit,sesungguhnya tubuh orang sehat pun sama. Karena itu, Buddha memberi tahu kitauntuk selalu mengamati tubuh sendiridan menyadari bahwa tubuh ini tidaklah bersih. Kita termasuk memiliki berkahsehingga terlahir sebagai manusia. Meski tubuh manusia ini tidak bersih,tetapi ia juga merupakan sarana melatih diri. Di dalam kehidupan lampau,kita pasti pernah menanam benih yang baiksehingga mendapatkan buah yang demikian. Dalam kehidupan ini kita terlahir sebagai manusia. Yang lebih luar biasaadalah kita dapat bertemu ajaran benar. Bukan hanya mengenal Buddha,kita juga bisa mengenal ajaran-Nyasehingga tidak menyimpang atau tersesat. Ini juga merupakan buah karma baik kita. Kita pun bisa mengetahui bahwakita memiliki hakikat sejatiyang murni dan sama dengan Buddha. Kita telah mengetahuinya. Meski memiliki sebab langsung hakikat kebuddhaan,Meski memiliki sebab langsung hakikat kebuddhaan,meski kita sudah mengetahuinya,tetapi kita tertutup oleh hutan gelap noda batin. tetapi kita tertutup oleh hutan gelap noda batin. Kita jelas-jelas tahu bahwa kitamemiliki hakikat murni yang sama dengan Buddha.
Hakikat kesadaran ini sangat murni. Kita semua memiliki hakikat sejati ini,hanya saja kita masih makhluk awamyang masih ditutupi oleh noda batin. yang masih ditutupi oleh noda batin. Jadi, sering dikatakan bahwakecemerlangan dan kegelapan bagai dua sisi mata uang,juga bagaikan tangan yang diulurkan. Jika telapak tangan menghadap ke bawah,maka yang terlihat adalah punggung tangan. Tangan tetaplah satu. Tangan tetaplah satu. Punggung dan telapak tangan adalah satu kesatuan. Keduanya hanya berbeda sisi saja. Jadi, kesadaran dan kesesatan juga adalah satu kesatuan,tetapi berbeda sisi. Cahaya dan kegelapan adalah satu,hanya saja berbeda sisi. Jadi, kondisi awam pada hakikatnya pun sama dengan kebuddhaan. Buddha dan kita makhluk awam adalah samakarena Buddha juga memiliki batasan usia. Beliau hidup selama 80 tahun di dunia. Jadi, usia-Nya terbatas hanya 80 tahun. Buddha dan kita sama-sama memiliki nyawa. Beliau juga dilahirkan,melewati fase bayi,kanak-kanak,remaja,dan berbagai proses lainnya. Rupa-Nya juga seperti manusia pada umumnya. Beliau juga mengalami fase lahir, tua, dan sakit. Intinya,hukum alam tidak pernah berubah. Hukum alam selalu sama. Namun, kita sudah tersesat. Tadi kita membahas bahwa kita sudah tahu bahwabenih dan buah penderitaan berasaldari perbuatan kita di masa lalu. Perbuatan ini membuat kita menerimabuah penderitaan yang tiada habisnya.
Jika sebagai makhluk awam,saat menerima buah penderitaankita tetap tak kunjung sadardan malah terus menambah karma buruk,maka kita akan semakin tenggelam dalam penderitaan,seperti memeluk batu di tengah lautan. seperti memeluk batu di tengah lautan. Kita akan tenggelam semakin dalam. Demikianlah kita makhluk awam. Kesadaran kita tidak kunjung tampak. Sesungguhnya, kita memiliki hakikat kesadaran ini,hanya saja ia tidak terpancar ke luar. Jadi, kita harus selalu mengingatkan diri sendiri. Kini kita harus mengamati tubuh sendiri. Di kehidupan lampauataupun di kehidupan sekarang,kita pasti pernah secara tidak sadar menjalin jodoh burukdan menanam benih yang buruk. Sebab dan kondisi yang tidak baiktentu akan kita terima buahnya di kehidupan ini. Hidup kita penuh suka dan duka. Kita beruntungdapat terlahir sebagai manusia dan melatih diri. Kita juga risau karenatak dapat menjalin jodoh baik dengan setiap orang. Jadi, adakalanya pikiran kita bergejolakdan diliputi noda batin. Jadi, kita sungguh harus selalu mengingatkan diri. Apa pun kondisiatau kerisauan yang kita hadapi,kita harus selalu membangkitkan rasa bertobat. Dengan mengembangkan rasa bertobat,kita akan terhindar dari menanam benih penderitaandan lebih sedikit menjalin jodoh buruk. Dengan begitu, kita akan dapat mengembangkan karma baik. Jadi, rasa bertobat sangatlah penting. Rasa ini dapat selalu mengingatkan kitadan dapat segera meredam kegelapan batinsebelum terwujud ke dalam tindakan nyata.
Ini yang disebut bertobat atas tabiat buruk. Kita juga mendengar kisah lainyang diceritakan oleh relawan rumah sakit. Ada seorang kakek berusia 98 tahun. Pada suatu hari, dia tiba-tiba terjatuh. Pada saat terjatuh, yang dia lakukan pertama kaliadalah meminta maaf. Yang dia ucapkan pertama kali setelah jatuhadalah kata maaf. Mendengarnya, anak cucunya segera berlaridan membawanya ke rumah sakit. Dokter mendiagnosis bahwa diamengalami patah tulang. Tubuh orang tua amat rentan jika terjatuh. Tulang panggulnya patah. Kakek itu pun segera dirawat di rumah sakit. Mengingat usianya yang sudah lanjut,dokter mempertimbangkanapakah kakek ini harus dioperasi. Dokter terlebih dahulu membuat evaluasi. Pada selang beberapa waktu itu,relawan kitamelihat anak cucunya sangat berbaktidan terus berdiskusi dengan dokteruntuk meringankan penderitaan sang kakekserta membuatnya cepat pulih. serta membuatnya cepat pulih. Melihat anak cucunya sangat menyayangi si kakek,anggota komite kitamencoba untuk lebih memahami keluarga mereka. Salah seorang cucu menantu keluarga itumemberi tahu relawan kita bahwakakek mereka adalah kakek yang baik. Pengendalian dirinya sangat baik. Saat dibantu melakukan sesuatu,dia pasti mengucapkanterima kasih.
Dia selalu bertutur kata baik. Entah mengapa dia bisa sampai terjatuh. Mendengar penuturan cucu menantu si kakek ini,seorang relawan yang merawat si kakekbertanya langsung kepada kakek itu,”Kek, dengar-dengar saat jatuh Kakek bilang maaf. “”Mengapa harus minta maaf saat jatuh?”Kakek itu menjawab,”Saat saya jatuh,saya langsung terpikirjika terjadi apa-apa pada diri saya,pasti akan merepotkan anak cucu saya. “”Jadi, kalau saya sampai jatuh,saya pasti menambah urusan anak cucu saya. “”Karena itu, saya langsung minta maaf. “Lihatlah, orang tua ini sudah membinakebiasaan yang begitu baik. Dia selalu berterima kasih kepada anak cucunya. Apa pun yang orang lain berikan kepadanya,dia selalu bersyukur dan berterima kasih. Dia selalu menjaga diri sendiri. Dia tahu jika dia terjatuh, akan merepotkan anak cucunya. Karena itu, dia langsung meminta maaf. Dari kisah ini kita bisa melihatbahwa ini adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan atau tabiat yang baikselalu membuatnya menanam benih yang baik pula. Tabiat yang baikmembuatnya selalu menjalin jodoh yang baik. Dia sudah berusia 98 tahun. Dengan kebiasaan baiknya itu,ditambah dengan adanya anak cucu yang mengasihi dan berbakti,saya percaya kakek inidapat menjalani pengobatandengan lancar dan dapat segera pulih. Di rumah sakit kita,pada tahun 2006 ada seorang nenekyang berusia 105 tahun.
Dia juga terjatuhdan mengalami patah tulang. Usianya sudah mencapai 105 tahun. Dokter masih bisa menjalankan operasi untuknyasehingga dia bisa pulih kembali. Dia juga bertemu saya saat Tahun Baru Imlek. Dia pulih dengan cepat dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Namun, dia berkata, “Tidak, saya mau menunggu sampai Master datang. “Setelah melihat saya, baru dia bersedia keluar dari rumah sakit. Dia bilang ingin menyatakan berguru. Saya menjawab, “Kalau begitu harus menjadi anggota komite. “Menantunya yang juga sudah berusia 60-an tahunberkata, “Baik, jika ibu mertua saya ingin menjadi anggota komite,saya akan mewakilinya mengumpulkan dana amal. “Lihatlah, nenek ini sempat terjatuh. Selain dirinya sendiriyang berpengendalian diri baik,anak cucunya juga sangat berbakti padanya. Kiatnya dalam hidup ini tidak banyak,hanya berlapang dada dan berpikiran murni. Dia sedang memberi contoh nyata untuk kita. Selain itu, kakek berusia 98 tahun tadijuga berpengendalian diri baik. Dia sangat panjang umur. Meski dirinya terjatuhdan mengalami patah tulang,saya percaya dengan adanya perawatan dari tim medis,ditambah dengan adanya anak cucu yang berbakti,dia pasti juga dapat segera pulih. Jadi, di dalam kehidupan sehari-hari,kita harus belajar dari keteladanan orang tua tadi. Mereka juga merupakan guru kita. Terlebih lagi, kini kita dapat bertemu ajaran Buddhadan memahami bahwa setiap orang memiliki hakikat kesadaran yang murni.
Bagaimana boleh kita membiarkan noda batinmengacaukan pikiran kita?Dengan adanya noda batin di dalam pikiran kita,kita bagaikan memasuki hutan yang gelapdan tak dapat melihat cahaya matahari. Dalam kondisi itu, sulit untuk memiliki pikiran, pandangan, dan pemahaman benar. Saudara sekalian,kita harus selalu mengamati tubuh kita sendiri. Saat bangun pagi,meski kita masih bisa bergerakdan bernapas dengan lancar,kita tetap harus ingat bahwa tubuh ini tidak bersih. Terlebih lagi, segala sesuatu tidaklah kekaldan selalu berubah. Contohnya, saat saya mulai berceramah tadi,langit masih gelap,tetapi kini langit sudah terang. Hukum alam ini terus berjalan. Segalanya tidak kekal dan terus berubah. Jadi, kita harus selalu menjaga pikiran kitadan lebih bersungguh hati.