Sanubari Teduh – 145 – Sepuluh Tubuh Buddha Bagian 1
Saudara se-Dharma sekalian, jika batin kita murni, alam terasa bagaikan tengah membabarkan Dharma. Kita telah membahas dalam Praktik Sepuluh Kediaman, yang kedelapan adalah kemurnian anak kecil yang mencakup Sepuluh Tubuh Buddha. Buddha datang ke dunia dalam berbagai wujud. Tujuannya tak lain adalah membangkitkan hakikat sejati semua makhluk agar mereka dapat menyatu dengan kebenaran. Untuk itu, Buddha membabarkanajaran kebijaksanaan di dunia
Jadi, sepuluh tubuh Buddha senantiasa mewujud untuk menginspirasi semua orang. Asalkan bersungguh hati, kita akan dapat memiliki sepuluh tubuh Buddhadan menjadi murni seperti anak kecil. Setiap orang pada dasarnyamemiliki kebijaksanaan dan hakikat murni yang sama dengan Buddha. Kita pernah membahas tentang orang yang bertanya pada Buddha apa kebajikan tertinggi dan apa yang teragung. Buddha menjawab bahwa kebajikan tertinggi adalah mempraktikkan jalandan mempertahankan ketulusan. Yang teragung adalah tekadyang menyatu dengan Sang Jalan. Semua ini sangat penting. Jika kita dapat mempertahankan ketulusan dan tetap murni tanpa ternoda, serta berpegang teguh pada tekad tanpa terpengaruh kondisi luar, maka inilah yang teragung
Jadi, Saudara sekalian, pada setiap saat, segala kondisi yang kita temui adalah perwujudan dari Buddha. Jadi, apa yang disebut sepuluh tubuh Buddha? Mari kita lihat satu per satu. Pertama adalah tubuh makhluk hidup. Kedua adalah tubuh tanah. Ketiga adalah tubuh buah karma. Keempat adalah tubuh Sravaka. Kelima adalah tubuh Pratyekabuddha
Keenam adalah tubuh Bodhisattva. Ketujuh adalah tubuh Tathagata. Kedelapan adalah tubuh kebijaksanaan. Kesembilan adalah tubuh Dharma. Kesepuluh adalah tubuh kekosongan
Kita terlebih dahulu akan membahas yang pertama, yakni tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup bukan semata-mata manusia. Di dalam enam alam kelahiran kembali, ada begitu banyak bentuk kehidupan. Inilah yang disebut makhluk hidup. Di alam yang terlihat oleh kita saja terdapat banyak kehidupan dengan wujud yang beragam
Jutaan jenis kehidupan yang beragam disebut makhluk hidup. Apa pun bentuknya, selama memiliki nyawa, dia tidak lepas dari lima agregat. Lima agregat yang berpadu merupakan pembentuk kehidupan. Baik kelahiran lewat rahim, kelahiran spontan, kelahiran lewat kelembapan, lewat telur, dll., semua tidak lepas dari perpaduan lima agregat. Lima agregat, yakni rupa, perasaan, persepsi,dorongan karma, kesadaran memang dimiliki manusia, lalu adakah pada makhluk lain? Ada
Makhluk hidup lain juga memiliki rupa. Rupa adalah wujud. Semut memiliki wujud semut. Serangga memiliki wujud serangga. Gajah memiliki wujud gajah
Semua ini disebut rupa. Tentu, jika ditelaah lebih jauh, rupa adalah perpaduan empat unsur. Akan tetapi, kita hanya akan membahas wujud. Inilah rupa. Berikutnya perasaan. Kondisi luar apakah mendatangkan perasaan bagi kita? Ya. Lihatlah semut yang bertubuh kecil
Kita tahu bahwa saat mereka lapar, mereka akan mencari makanan. Kita sering mendengar bahwasemut dapat memindahkan biskuit besar. Banyak semut akan bekerja sama untuk memindahkan makanan yang besar. ntuk memindahkan makanan yang besar. Mereka begitu bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong, baru bisa memindahkan biskuit besar hingga ke dalam sarang. Di dalam sarang, semut-semut itu berbagi
Bayangkan, bukankah mereka juga hidup? Mereka memiliki perasaan dan pemikiran. Jadi, makhluk hidup apa pun, baik yang besar maupun yang kecil, semua memiliki lima agregat. Dengan adanya lima agregat, mereka memiliki jasmani dan wujud yang dapat kita lihat. Jika membicarakan hal ini, saya teringat sebuah laporan berita yang saya lihat. Di sebuah kebun binatang di Jepang ada seekor nenek orang utan. Namanya adalah Gypsy
Ia sangat berkesan bagi saya karena saya melihat tayangannya beberapa kali. Nenek orang utan ini sangat lincah. Ia bisa melakukan berbagai hal, seperti mengambil air dengan ember, mengelap kaca jendela, dan mengelap meja. Bahkan sebelum menggunakan lap, ia bisa memakai sarung tangan terlebih dahulu. Ia juga memiliki insting melindungi tangannya. Setelah memakai sarung tangan,ia baru memeras lap. Tiada yang tak bisa ia lakukan
Para pengunjung kebun binatang sangat suka melihat nenek orang utan ini. Ia juga makhluk hidup. Bukan hanya manusiayang bisa melakukan banyak hal, makhluk hidup lain juga bisa. Saya juga pernah melihat seekor burung beo. Ia bisa berbicara dalam banyak bahasa, seperti bahasa Jepang, bahasa Jerman, bahasa Perancis, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, serta dialek Taiwan. Bahkan saat bertemu orang dia bisa mengucapkan “Amitabha”. Dia juga adalah hewan, memiliki wujud berbeda dengan kita, namun juga bisa memiliki keterampilan
Jadi, kita tidak boleh meremehkan hewan apa pun, terlebih lagi tidak boleh meremehkan seorang manusia pun. Jadi, kita harus tahu bahwa untuk membimbing kita berjalan di jalan kebenarandan mempertahankan ketulusan. Kita harus membangkitkan hati yang paling tulus untuk memasuki jalan pelatihan diri. Dalam kehidupan sehari-hari, segala yang kita lakukan tidak boleh bertentangan dengan arah pelatihan diri kita. Apa yang Buddha ajarkan kepada kita, kebenaran apa yang Beliau babarkan, hendaknya kita pegang teguh dengan tulus. Kita harus menyatu dengan jalan kebenaran
Dengan begitu, kita baru dapat sungguh-sungguh memahami segala kebenaran alam semesta. yang disebut tubuh makhluk hidup adalah perpaduan dari lima agregat. Inilah yang disebut tubuh makhluk hidup. Karena itu, lebih lanjut disebut “dunia makhluk hidup dan tubuh makhluk hidup”. Dunia makhluk hidup tadi sudah kita bahas. Segala sesuatu dapat disebut makhluk hidup asalkan memiliki nyawa dan kesadaran. Semut dan serangga termasuk makhluk hidup
Saat mereka sedang berkerumun, jika kita mengusiknya sedikit saja,mereka akan ketakutan dan berlarian ke sana kemari. Demikianlah makhluk hidup. Begitu pula burung pada dahan pohon. Jika ada orang di bawah pohon yang menggerak-gerakkan batang pohon, burung-burung itu akan beterbangan. Ini juga makhluk hidup. Saat dunia mereka terusik dari luar, maka demi melindungi diri, mereka akan berpencar
Demikianlah insting makhluk hidup. Intinya, dunia makhluk hidup terbentuk oleh perpaduan lima agregat. Jadi, kita harus senantiasa menggunakan kebijaksanaan untuk menyatu dengan semua makhluk di dunia ini. Dengan demikian, tekad melatih diri kita baru akan teguh. Artinya adalah “semua gunung dan sungai serta seluruh materi”. Inilah tubuh tanah. Janganlah kita mengira gunung, sungai, dan alam tidak berarti apa-apa
Sesungguhnya, Buddha mengajarkan kepada kita bahwa gunung, sungai, dan alam juga memiliki “kehidupan”. Umat manusia masa kini tidak mengerti untuk melindungi alam dan terus merusak alam. Kini alam telah rusak parah. Dahulu bukankah saya sering mengatakan bahwa ibu pertiwi harus menopang semua makhluk? Baik tumbuhan, hewan, manusia, maupun segala sesuatu di alam, bukankah semua ditopang oleh ibu pertiwi ini? Akan tetapi, makhluk yang ditopang ini malah mencemari dan merusaknya. Lihatlah, kita makhluk hidup tinggal di atas bumi ini. Melihat bumi telah terluka, kita masih tidak berintrospeksi
Dengan kondisi bumi yang tercemar parah seperti saat ini, iklim pun menjadi sangat ekstrem. Pencemaran oleh bahan kimia pun semakin banyak. Manusia sungguh membuat bumi sangat tercemar. Kemampuan alam untuk menetralkan pencemaran ini ada batasnya. Jadi, alam tak bisa lagi menanggungnya
Dahulu, kita dapat melihat air keruh dapat menjadi jernih setelah tersaring secara alami oleh pasir dan dapat segera digunakan. Orang zaman dahulu menggunakan cara menyaring air yang alami. Dahulu, di Griya Jing Si, kita juga menggunakan penampungan air. Penampungan ini terdiri atas dua lapis. Lapis bawah adalah air jernih, sedangkan lapis atas adalah air yang datang dari luar. Untuk mencapai lapis bawah, air dari luar akan terlebih dahulu tersaring oleh batu, lalu oleh arang, kemudian oleh pasir, lalu ada jala, dan seterusnya
Air keruh yang datang akan melewati bebatuan, arang, pasir, jala, kamper sehingga akan tersaring sedikit demi sedikit. Saat air datang dari luar, dengan beberapa proses pengendapan dan penyaringan, air itu akan menjadi jernih. Kita dapat menggunakannya untuk minum. Bersih sekali. Akan tetapi, sekitar setengah tahunatau setahun sekali, bak penampungan itu harus kita bersihkan karena batuan penyaring harus dicuci dan arangnya harus disikat, bahkan pasirnya juga harus disaring ulang
Inilah cara kita di Griya Jing Si menggunakan air sejak dahulu. Dari sini kita dapat membuktikan bahwa baik batuan, pasir, arang, maupun kamper dapat digunakan untuk menyaring air
Kini mungkin keadaannya berbeda. Kini terlalu banyak bahan kimia buatan. Kehidupan manusia sangat bergantungpada bahan-bahan kimia. Contohnya tempat tinggal. Pada tempat tinggal orang masa kini, baik pintu, jendela, langit-langit,maupun lantai, banyak digunakan bahan plastik atau baja plastik
Dalam kehidupan kita, banyak barang yang berasal dari bahan kimia buatan. Contohnya, komputer yang kita gunakan saat ini. Dalam pembuatannya, ia menghabiskan sumber daya alam dan mencemari tanah. Baik akibat pencemaran tanah maupun pencemaran air, kini zat beracun sudah menjadi hal yang umum di mana-mana. Kemampuan alam untuk menetralkannyasungguh terbatas. Tadi bukankah sudah kita dengar bahwa penyaring pada penampungan air kita minimal harus dibersihkan setahun sekali? Ini menandakan bahwa kemampuan alam untuk menyaring benda yang kotor memiliki batas tertentu, salah satunya dari segi waktu. Lalu, alam kita ini, siapa yang dapat menyaring atau mencucinya? Bagaimana kita membersihkannya? Pencemaran alam sudah merata. Kemampuan alam menetralkannyasudah sampai pada batasnya
Karena itu, polusi udara tak dapat dibendung lagi. Akibatnya, terjadilah pemanasan global. Ini adalah istilah zaman sekarang. Iklim sudah berubah
Suhu udara semakin meningkat. Mengapa topan begitu sering terjadi? Tornado di Amerika Serikat juga begitu besar. Ini akibat peningkatan suhu permukaan laut. Dengan meningkatnya temperatur,empat unsur alam kehilangan keselarasan. Dengan demikian, unsur-unsur pembentuk kehidupantak dapat berpadu. Akibatnya, unsur tanah dan udara tidak selaras. Jadi, ketidakselarasan unsur angin dan air berawal dari ketidakselarasan unsur tanah
Jadi, yang dimaksud tubuh tanah adalah Buddha mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di alam ini, baik gunung maupun sungai amat berharga. Orang zaman dahulu berkata bahwa di gunung ada dewa gunung,di pohon ada dewa pohon. Ini adalah cara orang zaman dahulu menghormati langit dan bumi. Ini baik sekali. Saat akan membuang air kotor, mereka juga permisi kepada dewa air
Saat akan kotoran ke ke selokan, mereka akan mengatakan terima kasih. “Terima kasih, Kakek Nenek Dewa Air.” Akan tetapi, orang zaman sekarang membuang barang-barang kotor sembarangan sehingga sungai juga ikut tercemar. Manusia tidak lagi mengertiuntukmenghormati langit dan menyayangi bumi. Kita harus menghormati langit dan bumi
Kita harus melindungi bumi ini. Jika iklim bersahabat, barulah manusia dapat hidup damai dan bahagia. Unsur-unsur alam harus selaras, barulah kita yang hidup di bumi memiliki bahan pangan yang cukup dan semua orang dapat hidup tenteram. Akan tetapi, kini kitakekurangan niat baik ini. Saudara sekalian, kita harus senantiasa bersungguh hati. Dalam melatih diri, hendaklahmempertahankan ketulusan di dalam Sang Jalan
Selain diri sendiri yang melakukan ini, kini kita juga harus menjadi teladan guna membimbing banyak orang untuk membangkitkan kemurnian hati. Baiklah, harap semua selalu bersungguh hati.