Sanubari Teduh

Sanubari Teduh-336-Empat Jenis Pengamatan Bagian 2

Saudara se-Dharma sekalian, setiap hari saya mengingatkan kalian semua bahwa kita harus mawas diri dan tulus. Terhadap pandangan hukum sebab akibat, kita harus sangat memperhatikan. Kita sudah membahas tentang sebab dan kondisi. Kita harus mengutamakan hukum sebab akibat. Sederhananya, disebut jalinan jodoh. Jika kita menanam benih yang baik,kita akan mendapat buah yang baik pula. Menanam labu akan menuai labu,menanam kacang akan menuai kacang. Ini adalah hukum alam. Kita sudah mengetahuinya. Hukum ini sama sekali tidak akan salah. Jika berbuat baik, kita pasti mendapat berkah. Jika berbuat jahat, kita pasti mengundang bencana. Kita semua sudah jelas terhadap prinsip ini. Namun, kita sering mengabaikannya. Demikianlah makhluk awam, batinnya tidak stabil. Ketika mendengarnya saat ini,kita seakan mengerti tentang prinsip kebenaran itu. Berselang beberapa waktu, setelah menghadapi banyak orang atau berbagai hal yang merisaukan, kegelapan batin pun bangkit kembali. Begitulah makhluk awam, selalu mengulangi kesalahan. Karena itu, kita selalu menjadi makhluk awam. Saya sering mengingatkan tentang hal ini.

Dharma bagaikan air. Setiap hari kita harus menyucikan batin karena kita masih merupakan makhluk awam. Tabiat buruk kita belum terkikis sepenuhnya. Jadi, setiap hari kita harus membersihkan batin. Membersihkan batin berarti melenyapkannafsu dan kegelapan batin. Kita harus terlebih dahulumeningkatkan kewaspadaan. Begitu nafsu keinginan dan ketamakan timbul, maka kegelapan batin kita akan bangkit. Jadi, setiap hari kita harus memiliki sikap mawas diri untuk mencegah timbulnya nafsu keinginan. Inilah hal pertama, yaitu membersihkan nafsu dan kegelapan batin. Berikutnya, kita tak boleh mengabaikan pelurusan pandangan keliru. Saat enam indra bersentuhan dengan objek, jangan sampai nafsu keinginan kita langsung bangkit seketika. Meski kita hidup seorang diri, kita tetap harus mencegah pandangan keliru. Meski saat menghadapi kondisi luar batin kita merasa tidak nyaman, kita tetap bersabar. Setelah bersabar, lalu saat kita sedang sendirian, ketidaknyamanan ini tetap kita tahan. Jika tak bisa dikikis, ini akan menjadi penyakit batin. Jadi, kita harus bersabar tanpa merasa bersabar. Setelah masalah berlalu, janganlah terus disimpan di dalam hati.

Rasa dendam akan membawa bencana. Meski kita tidak mengungkapkannya, jika kita menyimpannya di hatijuga akan menjadi benih. Kebencian dan rasa dendam ini, meski tidak terwujud ke dalam tindakan, tetapi benihnya tetap ada. Di kehidupan mendatang, kita akan tidak sukabegitu melihat orang itu. Jika di kehidupan mendatang kita tidak berjodohuntuk melatih diri, maka dengan adanya dendam ini, maka dengan adanya dendam ini, kita mudah kembali bertemu sebab dan kondisi untuk kembali menjalin rasa dendam yang lebih dalam. Berhubung kita ingin memutus noda batin, maka kita harus memutusnya secara menyeluruh. Apa masalah yang ada saat ini, kita selesaikan saat ini juga. Sama seperti setelah makan di pagi hari, pada siang harinya semua sudah tercerna. pada siang harinya semua sudah tercerna. Dengan begitu, barulah makanan kita bisa diserap sebagai nutrisi oleh tubuh kita. Setelah nutrisi terserap, sesungguhnya tiada apa-apa lagi. Singkat kata, dalam hubungan antarmanusia, janganlah kita sering memupuk rasa dendam dan kebencian. Kita harus sering menjalin jodoh baikdengan orang lain. Jangan menjalin jodoh buruk, kita harus menjalin jodoh baik. Jadi, bagaimana kita dapat menjalin jodoh baik? Dengan senantiasa memiliki rasa syukur. Meski pihak lain membawa kesulitan bagi kita dan kita jelas-jelas tahu akan hal itu, tetapi kita tetap harus bersyukur.

Kita harus mengembangkan rasa syukur ini karena dengan adanya mereka yang menyulitkan kita, kita baru dapat menumbuhkan kebijaksanaan kita, kita baru bisa mengetahui seberapa kuat kesabaran dan ketahanan kita seberapa kuat kesabaran dan ketahanan kita serta seberapa lapang hati kita. Jadi, kita harus selalu menumbuhkan dan mengembangkan rasa syukur. Kita harus selalu bersyukur terhadap semua orang. Orang seperti apa pun harus kita hormati. Terhadap siapa pun, kita harus mengasihi. Dengan demikian, maka pelatihan diri kita dalam kehidupan ini akan menjadi banyak benih. Dengan bahasa medis masa kini disebut gen. Dalam bahasa kita, ini disebut benih atau disebut juga benih sebab. Dengan benih ini, kelak kita akan membawa pikiran yang murni dan hati yang lapang. pikiran yang murni dan hati yang lapang. Pengendalian emosi inilah yang kita latih. Jika di dalam kehidupan ini kita dapat selalu berhati lapang dan berpikiran murni, maka kita dapat memastikan bahwa benih di dalam batin kita adalah murni. Benih ini akan sangat murni dan bebas dari berbagai pencemaran. Jadi, kita harus memandang seriushukum sebab akibat.

Kita juga sudah membahas tentang sebab dan kondisi serta belajar memahami bahwasegala sesuatu tak memiliki sifat sejati. Dengan kata lain, segala sesuatu berhakikat kosong. Semua ini telah kita bahas. Contohnya bunga yang berawal dari sebutir benih. Jika hanya ada benih, tidak akan menjadi bunga. Benih ini tentu harus ditanam. Ia memerlukan tanah. Meski ada benih dan tanah, tanpa air benih ini tidak akan bertunas ataupun berbunga. Benih tetaplah benih, tanah tetaplah tanah. Jika ada tanah, tetapi tidak ada benih, juga tidak mungkin dapat tumbuh bunga. juga tidak mungkin dapat tumbuh bunga. Meski ada benih dan tanah, tanpa air bunga juga tak akan tumbuh. Air tetaplah air. Jika ada air, tetapi tidak ada tanah dan benih, bunga juga tidak akan tumbuh. Singkat kata, segala kondisi harus berpadu,baru bisa menghasilkan buah. Jika berbagai kondisi itu dipisahkan,semua kembali pada kekosongan. Jika berbagai kondisi itu terpisah,bunga tidak akan tumbuh. Begitu pula segala sesuatu di dunia ini. Berbagai kondisi harus berpadu. Tanpa perpaduan kondisi, segalanya tidak akan ada. Ini membuat kita memahami hakikat kekosongan. Inilah contoh yang sering kita gunakandalam mempelajari ajaran Buddha. Dengan mengambil satu contoh, kita dapat memahami kebenaran di balik segala sesuatu.

Demikian pula tubuh kita. Tidak boleh kurang satu saja organ tubuh. Organ tubuh tak lepas dari unsur tanah,air, api, dan angin. Jika empat unsur ini selaras, maka tubuh kita akan sehat. Jika salah satu saja unsur tidak selaras, kita akan tidak sehat. Demikian pula, saat unsur-unsur ini dipisahkan,semuanya tak akan ada lagi. Apakah kepala kita akan tersisa? Kalaupun kepala masih ada, orang yang melihat juga pasti ketakutan. Ada kepala, tentu harus ada badan. Ada badan,  tetapi tidak ada tangan, maka kita sulit bekerja. Tanpa kaki, kita akan sulit berjalan. Tanpa kaki, kita akan sulit berjalan. Jadi, seluruh bagian tubuh tidak boleh kurang. Orang yang normal tentu harus memiliki bagian tubuh lengkap. Jika hanya tangan, maka tak bisa disebut manusia. Jika hanya kaki, juga tak bisa disebut manusia. Jika seluruh bagian tubuh lengkap,baru bisa disebut manusia. Berbagai benda memiliki nama masing-masing, tetapi jika diuraikan, ujung-ujungnya tiada apa pun. Ini adalah prinsip yang sama. Berikutnya adalah pengamatan pada buah dan akibat. Sebelumnya kita membahasperpaduan sebab dan kondisi. Tanpa adanya perpaduan itu, segala sesuatu tak akan terwujud. Dengan perpaduan sebab dan kondisi,barulah segala sesuatu terwujud. Jadi, kita harus memandang seriussebab dan kondisi. Berikutnya, buah dan akibat juga haruskita pandang serius. Dengan adanya sebab dan kondisi, pasti ada buah dan akibat. Karena itu, kita harus meningkatkan kewaspadaan.

Ketahuilah bahwa kita harus takut terhadap akibat. Kita harus memahami hukum sebab akibat. Kita harus mengerti untuk takut karena begitu kita terjerumus pada perbuatan jahat, maka di dunia ini akan ada banyak jebakan yang tak dapat kita kendalikan. Begitu pikiran bergejolak, kita akan mudah menciptakan karma lewatucapan, tubuh, dan pikiran. Begitu pikiran bergejolak, tubuh kita akan melakukan tindakan. Segala ucapan kita juga akan menciptakan karma. Jadi, kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan. Jangan biarkan pikiran kita bergejolak. Kita mengetahui adanya alam rendah. Sedikit saja penyimpangan atau kejahatan dapat membuat kita terjerumus ke alam rendahdalam waktu yang panjang. Tahukah kalian sehari di neraka sama denganberapa lama di alam manusia? Kalian pernah mendengar Sutra Ksitigarbha. Yang pernah mendengarnya pasti tahu. Sehari di neraka sama denganberkalpa-kalpa di alam manusia. Kalpa adalah waktu yang sangat panjang tak terukur. Di alam manusia, penderitaan yang ada juga sulit dilalui. Misalnya, saat seseorang sakit berat, dia bagai disiksa di Neraka Ranjang Besi. dia bagai disiksa di Neraka Ranjang Besi.

Saat seseorang didiagnosis terkena penyakit berat, dia sangat menderita. Penderitaan terasa memenuhi seluruh alam. Bukankah ini yang tertulis di dalam Sutra Ksitigarbha? Artinya, kita merasa sebagaiorang yang paling menderita. Penderitaan orang lain di ruangan yang sama pun tak dapat kita rasakan. Bagaimana pun penderitaan orang lain, Bagaimana pun penderitaan orang lain, kita tetap merasa sebagai yang paling menderita. Penderitaan ini sungguh tak terkira, sungguh tak dapat dilukiskan dengan bahasa apa pun di dunia ini. Jadi, penderitaan itu sungguh tak terkira. Saya pernah melihat sebuah berita singkat, tetapi sangat memprihatinkan. Kita tahu bahwa di bumi ini banyak orang yang hidup kekurangan dan menderita. Mereka sulit untuk bertahan hidup. Di Haiti, ada sebuah daerah yang sangat kekurangan. Orang-orang di sana berusaha mencari cara untuk menyelinap ke Amerika Serikat. Mereka mencari kemungkinan untuk hidup lebih baik. Mereka berharap untuk mendapat pekerjaan dan dapat hidup lebih baik. dan dapat hidup lebih baik. Namun, penyelinapan tentu sangat berbahaya. Mereka harus menghadapi banyak bahaya. Mereka tak dapat melihat apakahorang yang berangkat lebih dahulu telah menghadapi bahaya atau mati di tengah laut. atau mati di tengah laut. Namun, mereka tetap bersikukuh untuk pergi ke Amerika Serikat.

Mereka menggunakan sebuah perahu yang sudah tua dan lapuk. yang sudah tua dan lapuk. Perahu ini mengangkut banyak orang. Lebih dari seratus orang duduk di perahu tua itu untuk menyelinap dengan harapan dapat tiba di Amerika Serikat. Itu sangat berbahaya. Namun, mereka tetap berlayar. Mungkin pada saat perahu penuh muatan itu baru berlayar tidak seberapa jauh, baru berlayar tidak seberapa jauh, tiba-tiba sekelompok ikan hiu mengelilingi perahu itu dan membuatnya terbalik. Orang-orang yang melihat pun ingin menolong. Mereka melihat ikan-kan itu sangat besar. Dengan mata kepala sendiri, mereka melihatmanusia digigit hiu. Kondisinya sulit digambarkan, sungguh mengerikan. Saat jenazah korban ditemukan, Saat jenazah korban ditemukan, banyak bagian tubuh yang sudah hancur. Sedikitnya dua puluh orang tewas dan sekitar tujuh puluh orang dinyatakan hilang. dinyatakan hilang. Apakah orang-orang itu masih hidup? Mungkin mereka telah dimakan hiu. Ini terjadi tidak jauh dari pantai. Banyak orang yang melihat dengan kepala sendiri kawanan ikan hiu mengelilingi perahu itu. Setelah itu, para penumpang perahu itu hilang. Setelah itu, para penumpang perahu itu hilang.

Jenazah yang ditemukan berjumlah sekitar dua puluh. Lihat, inilah kesedihan dalam hidup. Mereka terlahir di daerah yang kekurangan. Mereka terlahir di daerah yang kekurangan. Ini juga bukan pilihan mereka sendiri. Seharusnya dikatakan bahwa ini adalah buah dari karma masa lampau. Karma ini membawa merekake tempat yang tak diinginkan. Namun, mereka tak dapat memilih. Mereka lahir di sana. Mereka menerima buah dan akibat di sana. Karma membuat mereka terlahir di sana. Tentu, dengan begitu, saat berusaha untuk keluar dari penderitaan, mereka juga tidak terhindar dari malapetaka. Jadi, buah dan akibat ini sungguh menakutkan. Apakah semua berakhir saat kematian tiba? Jika di kehidupan lampaukita berbuat banyak kejahatan, maka setelah kehidupan saat ini berakhir, penderitaan bisa berlanjut ke kehidupan selanjutnya. Saya mendapat laporan dari Divisi Kerohanian bahwa di Sudan bagian selatan, warga hidup sangat kekurangan, sama dengan kondisi Afrika pada umumnya. Di sana banyak orang yang tak berpakaian.

Seluruh tubuh mereka dibaluri oleh pasir. Perut mereka sangat besar. Tangan dan kaki mereka sangat kecil. Leher mereka juga sangat kurus. Ini mirip dengan penggambaran kondisialam setan kelaparan. Negara itu meminta bantuankepada dunia internasional. Staf kita menunjukkan foto-fotonya kepada saya. Menurut laporan mereka, permohonan bantuan juga diterima oleh cabang Tzu Chi di New York. Mereka berharap Tzu Chi dapat membantu. Jadi, kantor cabang Tzu Chi di New York mengirimkan informasi ini ke Taiwan untuk meminta petunjuk bagaimana kita harus membantu mereka. Melihatnya, hati saya merasa sedih. bagaimana kita harus membantu mereka? Warga yang membutuhkan begitu banyak. Mereka membutuhkan sandang, pangan, dan papan. Mengingat kondisi iklim dan alam negara itu, untuk dapat membantu mereka mereka kebutuhan sandang, pangan, dan papan sungguh merupakan pekerjaan besar. Ini mungkin membutuhkan pertimbangan panjang. Karena itu, pada hari itu saya berpesan agar cabang Tzu Chi di New York bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan PBB. bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan PBB. Misi ini tidak dapat dijalankan hanya oleh satu atau dua organisasi. Ini bagaikan sebuah pelat besi yang panas membara. Jika hanya mengandalkan bantuan Tzu Chi, maka ini bagaikan memercikkan air ke besi panas itu. Ia hanya menimbulkan bunyi sesaat, tetapi besi itu akan tetap merah dan panas.

 Kadang kita merasa tidak berdaya. Melihatnya, saya sangat sedih, tetapi ingin membantu pun seakan tak berdaya. Kondisi orang-orang yang menderita itu sungguh hidup segan mati tak mau. Kondisi seperti ini bagaikan alam setan kelaparan atau neraka di alam manusia. Kita sungguh tak berdaya. Apakah kita mampu mengubah kondisi mereka? Seperti kondisi warga Haiti yang kita bahas tadi, mereka ingin mengubah nasib dan keluar dari kemiskinan. Mereka ingin mencari sebuah tempat untuk mereka dapat hidup tenteram dan damai. Namun, buah karma tidak mengizinkan. Setelah mereka meregang nyawa dimakan hiu, apakah penderitaan mereka berakhir? Tidak tahu. Apakah kelak, setelah fase kehidupan ini, mereka dapat berada di Amerika Serikat? Apakah setelah terlahir kembali mereka dapat terlahir di keluarga yang bahagia? Atau mungkin karena buah karma belum habis,mereka harus terlahir di Sudan. Di Sudan sendiri, apakah kita bisa mengubah kondisi warga setempat? Semua ini tidak jelas dan tidak pasti. Meski organisasi kemanusiaan PBB sudah lama mengetahui kondisi ini, apakah mereka memiliki cara untuk membantu warga setempat? Entah berapa lama waktu yang dibutuhkan. Kita tentu merasa tidak tega. Jika setiap orang dapat membangkitkan rasa empati dan menghimpun kekuatan dari seluruh dunia, maka tiada hal yang tak dapat dilakukan. Jadi, kita membutuhkan sebab dan kondisi. Saat sebab dan kondisi berpadu,barulah ada kemungkinan. Jika sebab dan kondisi tidak berpadu, maka meski tahu mereka amat menderita, kita juga tidak berdaya untuk membantu.

Intinya, buah dan akibatbermula dari sebab dan kondisi. Untuk mengubah buah dan akibat berupa penderitaan, kita juga harus memiliki sebab dan kondisi yang baik. Inilah yang disebut sebab akibat. Inilah yang disebut sebab akibat. Jadi, kita harus tahu bahwa segala sesuatu pada hakikatnya kosong,bergantung pada sebab dan kondisi. Jika sebab dan kondisi terpisah,maka efek tidak akan ada. Buah dan akibat timbul karenabertemunya sebab dan kondisi. Sebab akibat ini tak akan dapat dihindari. Setelah menciptakan karma buruk, manusia bisa jatuh ke alam rendah. Tiada yang dapat membantu. Hingga buah karma ini habis diterima, mereka masih harus menerima buah karma sisa di alam manusia dan hidup menderita. Jadi, Saudara sekalian, dalam mempelajari ajaran Buddha, pertama, kita harus mengamati sebab dan kondisi; kedua, kita harus mengamati buah dan akibat. Di dunia ini kita dapat melihat banyak penderitaan. Karena itu, saya sering berpesan agar kita dapat menyadari berkah setelah melihat penderitaan. Setelah menyadari berkah, kita harus menghargai berkah dan kembali menciptakan berkah. Kita harus menanam benih atau sebab yang baik dan menjalin jodoh atau kondisi yang baik pula agar kelak kita tak perlu khawatir terhadapalam rendah yang menakutkan. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati. 

Leave A Comment